Grup Gamelan

Jiwa Manunggal

Jiwa-jiwa yang menyatu — sebuah ungkapan bersama yang lebih besar daripada jumlah bagiannya.

Arti nama

Jiwa — sukma

"Jiwa" berarti sukma: inti dan semangat batin individu maupun komunitas. Ia mencakup emosi, perasaan dan gairah yang menghubungkan penampil dengan pendengar, serta pengayaan pribadi dari sebuah pengalaman budaya.

Manunggal — bersatu

"Manunggal" berarti "bersatu" atau "menyatu". Kata ini menegaskan kepaduan dalam grup: bagaimana bakat masing-masing melebur menjadi satu keselarasan.

Jiwa Manunggal menggambarkan jiwa-jiwa yang menyatu — cerminan visi Stichting Gema Rasa untuk membangun komunitas yang lebih kuat dan terhubung melalui seni Jawa.

Ensemble kami

Tiga kelompok dalam Jiwa Manunggal

Jiwa Manunggal tampil dalam tiga formasi, masing-masing dengan karakter dan rentang usia tersendiri.

Para musisi

Mereka yang membentuk orkestra

Faye-Lynn Wongsokario
Peking
Nurreach Karijopawiro
Bonang Penerus
Melissa Sokromo
Saron
Roel Karijopawiro
Bonang Barong
Milton Madijokromo
Ketuk Kenong
Manik Kharismayekti
Peking / Sinden
Lureace Karijopawiro
Saron
Lionel Madijokromo
Peking
Alice Setrosentono
Alice Setrosentono
Saron
Ivana Martoredjo
Ivana Martoredjo
Bonang Barong
Jean-Tristan Wongsokario
Jean-Tristan Wongsokario
Bonang penerus
Dien Somohardjo
Ketuk Kenong
Doninho Donopawiro
Saron
Romi Madijokromo
Bonang Barong

Undang Jiwa Manunggal ke acara Anda

Rasakan musik memikat grup gamelan Stichting Gema Rasa — langsung di panggung Anda.

Lihat penawaran kami