Tarian yang dibawakan dengan keselarasan dan cinta, lahir dari lubuk hati terdalam.
Nama "Beksa Laras Ati" memiliki lapisan makna yang kaya dan sejalan dengan visi serta misi Stichting Gema Rasa. Setiap kata memiliki maknanya sendiri, dan bersama-sama membentuk sesuatu yang lebih besar.
"Beksa" berarti "tari". Kata ini bukan hanya merujuk pada gerak fisik atau sisi estetika, melainkan juga pada ungkapan budaya dan spiritual yang melekat pada tari Jawa. Sebuah seni yang berakar dalam tradisi, di mana setiap gerak menceritakan kisah dan setiap sikap tubuh menyimpan makna.
Kata "laras" memiliki beberapa lapisan: merujuk pada "keselarasan" dalam musik dan seni, namun juga dapat dimaknai sebagai "cinta" atau "gairah". Ia melambangkan keselarasan antara gerak dan musik, antara penari dan cerita, serta antara budaya dan komunitas.
"Ati" berarti "hati" dan menggambarkan inti emosional serta ketulusan niat di balik tarian. Di sinilah ungkapan pribadi dan budaya bertemu: pusat rasa sekaligus spiritualitas, dan gema emosi yang ditimbulkan tarian pada penonton.
Digabungkan, "Beksa Laras Ati" melukiskan tarian yang dibawakan dengan keselarasan dan cinta, lahir dari lubuk hati terdalam. Ini adalah wujud misi kami menghadirkan pengalaman tari Jawa yang autentik dan menyentuh — bukan hanya teknik dan keindahan, tetapi juga kedalaman rasa dan makna budaya.
Beksa Laras Ati karena itu lebih dari sekadar grup tari: ia adalah perwujudan detak jantung budaya Jawa yang hidup. Ia melambangkan kebersamaan, keindahan pertukaran budaya dan kedalaman ekspresi emosi — yang menyatu dalam bentuk tarian.
Beksa Laras Ati tidak memiliki formasi tetap: kami menyusun grup untuk setiap pertunjukan. Punya pengalaman menari Jawa, atau justru ingin belajar? Anda dipersilakan — tanpa perlu pengalaman.
Jumat malam 19:30–21:30 atau Minggu siang 14:00–16:00, dengan waktu yang fleksibel.
Tidak perlu pengalaman — kami akan mengajari Anda.
Tari Jawa yang memadukan cerita, musik dan gerak — langsung di panggung Anda.
Lihat penawaran kami